Kromium adalah unsur kimia yang termasuk dalam Grup VIB dalam tabel periodik. Nama unsurnya berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "warna" karena senyawa kromium memiliki warna-warna. Unsur ini adalah logam berwarna abu-abu baja dan merupakan logam terkeras alami. Kandungan kromium di kerak bumi adalah 0,01%, menempati peringkat ke-17. Kromium alami dalam bentuk bebas sangat jarang dan terutama ditemukan dalam kromit.
Kromium memiliki penggunaan sebagai berikut:
Persiapan paduan:
Kromium digunakan secara luas sebagai aditif paduan, terutama paduan yang terbentuk dengan besi dan nikel, seperti baja tahan karat, paduan tahan panas, dan material magnetik. Baja tahan karat mengandung setidaknya 10,5% kromium, yang membuatnya tahan korosi dan tahan suhu tinggi.
Pelapisan listrik:
Kromium digunakan dalam proses pelapisan listrik untuk memberikan perlindungan terhadap korosi dan efek dekoratif pada permukaan logam.
Pigmen dan pewarna:
Senyawa kromium sering digunakan dalam pembuatan pigmen dan industri pewarna, seperti kuning kromium dan hijau kromium.
Pengawet dan katalis:
Kromat digunakan sebagai oksidan, katalis, dan pengawet, serta secara luas digunakan di laboratorium kimia dan industri.
Perlu diperhatikan bahwa konsentrasi tinggi kromium hexavalen beracun bagi tubuh manusia dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan, kulit, dan sistem pencernaan. Namun, kromium trivalen terlibat dalam metabolisme glukosa dalam tubuh dan penting bagi kesehatan manusia.